Yogyakarta, 19 Juni 2026 – BPR Bank Jogja kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan bertajuk “Bela Beli, Berdaya Mulai dari Modal Lokal” yang diselenggarakan pada Kamis (19/6/2026) di Aula Kantor Cabang Gedongkuning BPR Bank Jogja. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Jogja dan Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Yogyakarta.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur Bisnis Bank Jogja, Heri Sutanto, dan menghadirkan Bening Saraswati sebagai mentor yang memberikan pembekalan kepada para pelaku UMKM mengenai strategi pengembangan usaha, penguatan branding, hingga pentingnya memanfaatkan potensi lokal sebagai modal utama dalam membangun bisnis yang berdaya saing.
Dalam sambutannya, Heri Sutanto menegaskan bahwa Bank Jogja tidak hanya memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM, tetapi juga terus memperluas akses pembiayaan untuk mendukung perkembangan usaha masyarakat. Menurut Heri, sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama Bank Jogja pada tahun 2026. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat pendekatan kepada para pelaku usaha agar lebih mudah mendapatkan akses layanan perbankan dan permodalan.
“Di tahun 2026 untuk sektor UMKM memang lebih kami fokuskan dan ekspansi lagi. Cara pendekatan ke calon debitur juga kami perkuat,” tegas Heri.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap sektor UMKM, Bank Jogja mencatat penyaluran kredit kepada pelaku usaha mencapai Rp260 miliar sepanjang tahun 2025. Pada tahun 2026 ini, Bank Jogja menargetkan peningkatan penyaluran kredit menjadi Rp270 miliar. Target tersebut sejalan dengan upaya Bank Jogja untuk mendorong semakin banyak pelaku UMKM yang mampu mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperluas pasar melalui dukungan pembiayaan yang mudah diakses. Melalui tema “Berdaya Mulai dari Modal Lokal”, pelatihan ini mengajak para pelaku UMKM untuk lebih percaya diri mengembangkan usaha berbasis potensi daerah, mulai dari produk, sumber daya, hingga jejaring lokal yang dimiliki. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Bening Saraswati dalam sesi pelatihan memberikan berbagai materi dan pengalaman praktis kepada peserta mengenai pentingnya membangun identitas usaha yang kuat, memahami kebutuhan pasar, serta memanfaatkan teknologi dan media digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Jogja dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat Kota Yogyakarta. Melalui sinergi dengan Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Yogyakarta, Bank Jogja berharap para pelaku UMKM dapat semakin berkembang, naik kelas, dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan kombinasi antara pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan, Bank Jogja optimistis UMKM Kota Yogyakarta akan semakin tangguh menghadapi tantangan sekaligus mampu memanfaatkan berbagai peluang usaha di masa mendatang.
