Yogyakarta (26/03/26) — Dalam upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), PT BPR Bank Jogja (Perseroda) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Yogyakarta menggelar pelatihan dan pendampingan bertema “Visual vs Branding: Strategi Pemasaran Produk UMKM”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Cabang Utama BPR Bank Jogja, Kamis, 26 Maret 2026.
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Direktur Bisnis dan Operasional PT BPR Bank Jogja (Perseroda), Heri Sutanto, bersama Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Bebasari Sitarini.
Dalam sambutannya, Heri Sutanto menyampaikan bahwa pelaku UMKM saat ini tidak hanya dituntut memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun identitas merek yang kuat. “Persaingan semakin ketat, sehingga visual produk dan branding menjadi kunci utama dalam menarik perhatian pasar. Bank Jogja berkomitmen untuk terus mendukung UMKM, tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan,” ujarnya.
Sementara itu, Bebasari Sitarini menekankan pentingnya pemahaman strategi pemasaran yang tepat bagi pelaku UMKM. Menurutnya, banyak pelaku usaha yang sudah memiliki produk unggulan, namun belum maksimal dalam menyajikan visual dan membangun citra merek. “Melalui pelatihan ini, kami berharap UMKM Kota Yogyakarta mampu meningkatkan nilai jual produknya melalui pengemasan visual yang menarik dan branding yang konsisten,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kota Yogyakarta. Peserta mendapatkan materi terkait teknik fotografi produk, desain visual yang menarik, hingga strategi membangun brand yang kuat di era digital.
Selain pelatihan, peserta juga mendapatkan pendampingan langsung untuk mengaplikasikan materi yang telah diberikan, sehingga diharapkan dapat segera diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing.
Melalui kolaborasi ini, Bank Jogja dan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta berharap dapat mendorong UMKM naik kelas, lebih kompetitif, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik secara offline maupun digital.
