YOGYAKARTA – Bank Jogja kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bedah rumah milik Dwi Wulandari, warga Kampung Kalangan, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta (Minggu,17/05/26). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi, kepala OPD terkait, serta jajaran lainnya.
Program bedah rumah ini dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan Bank Jogja dalam membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman untuk ditempati.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan bahwa program bedah rumah bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan fisik rumah warga, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
“Rumah yang layak akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Karena itu program seperti ini akan terus kita dorong melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujar Hasto Wardoyo.
Menariknya, program bedah rumah kali ini menghadirkan inovasi baru yang ramah lingkungan. Untuk pertama kalinya, rumah penerima bantuan menggunakan atap atau genting berbahan dasar limbah daur ulang yang diproduksi oleh PT JOS.

Material tersebut dibuat dari berbagai sampah bekas seperti botol plastik, kemasan minuman, hingga bungkus saset yang selama ini banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Penggunaan material daur ulang ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pengelolaan sampah sekaligus menciptakan hunian yang lebih berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi menyampaikan bahwa program CSR bedah rumah merupakan bagian dari kepedulian Bank Jogja terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Selain membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal warga, program ini juga diharapkan dapat mendorong semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, Bank Jogja bersama Pemerintah Kota Yogyakarta berharap sinergi dalam program sosial kemasyarakatan dapat terus berlanjut demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan sejahtera bagi masyarakat Kota Yogyakarta.
